Ini adalah kisah yang bagaikan penghormatan untuk masa-masa muda dan polos orang tua kita, ketika mereka masih begitu belia. Di dalamnya ada cerita cinta pertama ibu, kisah kepahlawanan ayah, masa pemberontakan nenek, dan era romantis kakek.
Ae Sun adalah gadis pemberontak, namun selalu gugup setiap kali memberontak. Ia tidak kaya, tetapi selalu bersinar dan penuh dengan hal positif. Ia bermimpi menjadi seorang penyair, meskipun tidak bisa bersekolah. Ia adalah sosok yang berani dan tidak menyembunyikan emosinya.
Gwan Sik adalah pria yang sangat rajin dan pendiam. Urusan romantis bukanlah keahliannya, dan ia tidak tahu harus berbuat apa jika Ae Sun menangis atau tertawa. Namun, ia adalah pejuang dalam diam yang hanya mencintai Ae Sun sejak awal dan mencurahkan segalanya untuk mencintainya.